June 26th, 2009 by zulki
Dulu waktu mentoring agama (saya mentor cadangan dengan pengetahuan syar’i yg pas-pasan
) di kampus, beberapa adik kelas menanyakan kenapa kok jadi pengusaha, apakah karena potensi memiliki pendapatan hingga tak terbatas ? Sebenarnya alasan utamanya bukan itu, lebih kepada passion, saya jadi pengusaha sebenarnya lebih karena :
- Tidak cocok dengan jam kerja kantoran yang fixed
- Tidak suka dengan atasan yang seenaknya, tidak mau mengerti apakah stafnya punya masalah atau tidak. Tidak semua atasan seperti itu, namun populasi atasan yang baik pasti langka
- Otak technical saya sepertinya moody, lebih sering “hidup” dan kreatif di waktu santai ketimbang office hours
- Tidak suka dengan office politics. Kedua ortu saya berstatus karyawan, beliau berdua terkadang menceritakan beberapa dampak office politics yang mereka alami ..
banyak bekerja & berprestasi tapi sering kali tidak dihargai karena berbagai faktor non objektif, ide-ide yang dicuri oleh teman sekantor sendiri, teman sekantor yang tidak mau action tetapi luar biasa menjilatnya kpd atasan, dsb …
- Sepertinya lebih menyenangkan membuka lowongan kerja ketimbang mencari pekerjaan, lebih bermanfaat bagi orang lain
Jadi boleh dikatakan bahwa saya mungkin termasuk orang yang cukup anti “penindasan korporat”. Contoh penindasan korporat : saya pernah meeting sore hari dengan 2 ibu dari sebuah perusahaan IT besar, ketika maghrib dan meeting selesai ternyata mereka masih ada meeting dengan bos jam 20, lantas nasib suami dan anak-anaknya gimana? Harus datang jam sekian, dan pokoknya harus kerja padahal di rumah sedang ada masalah. Dimarahi bos karena membantu mengurusi tetangga yang meninggal dunia, dsb.
Karena saya tidak ingin diperlakukan seperti itu, jadi saya tidak boleh memperlakukan orang lain seperti itu. Beberapa efek anti “penindasan korporat” ini di kantor antara lain :
- karyawan boleh datang tidak tepat waktu
- boleh bekerja di rumah dulu atau di kampus, kemudian datang untuk koordinasi
- boleh main game di kantor, asal jangan main game sepanjang hari
- dan beberapa kebebasan lain
Namun tentunya dengan beberapa syarat :
- target pekerjaan tercapai, deadline tidak boleh lewat
- kalau telat atau tidak masuk memberi tahu pihak berwenang
- tidak merugikan/merepotkan orang lain
- maklum dengan gaji yang tidak terlalu besar dibandingkan perusahaan lain yang sejenis, jadi jangan menuntut terlalu banyak dulu hihi
Pak Harry Sufehmy mungkin menyebutnya dengan istilah KBH / result oriented
. Baru-baru ini, ketika browsing, saya menemukan link berikut ini :
http://askmonty.org/wiki/index.php/The_hacking_business_model
Dokumen tersebut dibuat berdasarkan pengalaman di masa-masa awal MySQL AB dan perusahaan open source lainnya. Banyak hal-hal ingin saya terapkan di perusahaan liliput saya, ternyata tertulis di dokumen tersebut. Sambil menerapkan pola result oriented ini, sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan yang mengganjal :
- Saya sebenarnya masih ingin memberikan beberapa benefit lagi, seperti waktu cuti yang lebih banyak, asuransi kesehatan, bonus Idul Adha : terserah untuk beli qurban atau keperluan lainnya, dsb. Namun apakah karyawan akan memberikan kontribusi maksimal seiring dengan kebebasan yang diberikan perusahaan ? Jujur saja, perilaku orang Indonesia cukup “unik”, dulu beberapa kali saya menemui orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, malah cenderung menusuk walaupun sudah dibantu, hanya berfikir keuntungan jangka pendek dan memanfaatkan niat baik orang lain :(. Saya berharap rekan-rekan yang kami rekrut tidak seperti itu dan hingga saat ini alhamdulillah belum ada.
- apakah klien beranggapan bahwa kami profesional dengan pola kerja seperti ini ?
Well, sejauh ini alhamdulillah beberapa mitra masih percaya dengan kinerja perusahaan liliput ini, dari 2006 perusahaan konsisten mencetak laba. Prediksi saya tantangan dan ujian sebenarnya terhadap pemikiran anti “penindasan korporat” ini akan datang ketika perusahaan ini makin membesar, makin banyak kontrak pekerjaan dan makin banyak orang bergabung sebagai anggota perusahaan. Buat teman-teman dan rekan kerja, saya mohon doanya moga-moga rezeki perusahaan liliput ini dilancarkan dan tetap anti penindasan korporat, amiin…
Tags: anti penindasan korporat, perusahaan, result oriented
Posted in Pekerjaan dan Bisnis | 12 Comments »
May 24th, 2009 by zulki
Secara umum, tools knetworkmanager pada Kubuntu sudah bekerja dengan baik untuk koneksi wireless LAN dengan konfigurasi IP DHCP. Namun saya menemui masalah ketika melakukan koneksi ke wireless LAN dengan IP statis + WPA. Tools knetworkmanager menyebutkan bahwa koneksi sudah berhasil dan diperiksa dengan ifconfig, sudah mendapat IP, tapi ketika melakukan ping ke komputer lain ternyata tidak bisa.
Beberapa cara sudah dicoba, antara lain :
- knetworkmanager
- wifi-radar
- utak-atik file /etc/network/interfaces
- utak-atik iwconfig + konfigurasi wpa_supplicant
Tidak ada yang sukses, hasilnya sama : status berhasil, tapi ternyata tidak bisa ping ke komputer lain. Lelah mengutak-atik konfigurasi, saya coba mencari tools lain, siapa tahu ada tools yang terlewat dan belum dicoba. Googling membawa saya sampai ke page ini. Ternyata di situ direkomendasikan tools wicd, yang belum saya coba.
$ sudo apt-get install wicd
Dan selanjutnya koneksi wlan + WPA + IP Statis dengan mudah bisa dilakukan dan berhasil (tidak cuma status, namun memang benar-benar berhasil
). Catatan : setelah menginstall wicd, tools knetworkmanager tidak bisa digunakan lagi dan tidak muncul pada system tray, digantikan oleh icon wicd.
Tags: kubuntu, network, problem, troubleshooting
Posted in Linux, troubleshooting | No Comments »
April 29th, 2009 by zulki
Tadi, ada teman di kantor yang mengalami kesulitan membuat koneksi database dari PHP ke Microsoft SQL Server 2000. Kondisinya adalah sebagai berikut :
- Client : Windows XP, XAMPP, tidak ada instalasi Client MS SQL Server
- Server : Windows 2003 Server, MS SQL Server 2000 32bit
- Client dan server merupakan mesin yang berbeda secara fisik. Development PHP dilakukan pada mesin client.
- Koneksi database dengan menggunakan Database Abstraction Layer PEAR DB
Dengan fungsi phpinfo(), terlihat bahwa ekstensi yang diperlukan sudah enabled. Ternyata masalahnya ada di ketidakcocokan versi file ntwdblib.dll . File ntwdblib.dll bawaan XAMPP sepertinya tidak cocok dengan versi MS SQL Server yang dipasang pada server. MS SQL Server yang ada di mesin server sudah di-upgrade dengan paket SP3 dan SP4 untuk MS SQL Server 2000.
Solusinya adalah sebagai berikut:
- copy file ntwdblib.dll dari mesin server, biasanya terdapat di system32, atau lakukan saja search terhadap file ntwdblib.dll di folder WINDOWS, karena ada kemungkinan file ntwdblib.dll tidak terdapat di system32, jika server menggunakan Windows 64bit.
- pada mesin client, matikan service Apache web server
- letakkan file ntwdblib.dll dari server ke folder system32, xampp/php dan xampp/apache/bin pada mesin client. Apakah cukup di salah satu folder tersebut, saya kurang tahu. Yang jelas waktu itu saya copy-kan ke tiga folder tersebut
- start lagi Apache web server
- coba akses lagi atau refresh file php yang melakukan koneksi database ke server.
Moga-moga berguna bagi yang membutuhkan….
Tags: PHP, SQL Server, troubleshooting
Posted in PHP, troubleshooting | No Comments »
April 25th, 2009 by zulki
Pertama kali saya install Linux adalah tahun 2001, waktu itu menggunakan Mandrake, ada dua atau tiga CD kalau tidak salah. Karena pada jaman itu koneksi internet masih menjadi barang mewah, jadi ya tidak pernah melakukan update dan menunggu hingga ada rilis baru, dan lupakan yang namanya update via internet. Sekarang, saya menggunakan Kubuntu. *buntu adalah distro yang cukup aktif, hampir tiap minggu ada update untuk Ubuntu. Karena sekarang ada koneksi internet, tiap weekend saya melakukan update dengan apt-get.
Beberapa waktu yang lalu, saya install Kubuntu di laptop istri, timbul beberapa pertanyaan. Kalau di rumah atau kantor ada beberapa pengguna Ubuntu, apakah mereka harus selalu melakukan update via internet? Kok sepertinya jadi boros bandwidth, apalagi untuk warnet yang berbasis Ubuntu dengan jumlah komputer yang banyak. Walaupun ada koneksi internet, tetaplah menjemukan ketika menunggu proses update via internet selesai. Bagaimana pula dengan pengguna Ubuntu/Debian yang tinggal di rumah kost tanpa koneksi Internet. Bisakah kita memanfaatkan koleksi file .deb yang sudah ada pada komputer orang yang rajin melakukan update berkala via internet? Jawabnya bisa, dan ternyata mudah dilakukan, bahkan oleh pengguna linux pemula.
Caranya dengan menginstall tools aptoncd
$ sudo apt-get install aptoncd
kemudian jalankan
$ aptoncd
Berikutnya tinggal kita ikuti instruksi di layar, menurut saya antarmuka aptoncd sangat intuitif dan jelas. Sekedar informasi, aptoncd akan memindai koleksi *.deb pada direktori /var/cache/apt/archives. Jika koleksi file .deb ternyata cukup besar, kita bisa memilih, apakah aptoncd akan membuatkan file .iso untuk satu atau beberapa CD / DVD. File .iso yang dihasilkan bisa di-burn ke CD/DVD atau di-copy oleh yang memerlukan.
Untuk menggunakan CD/DVD hasil aptoncd sebagai “repo mini” gunakan perintah :
$ sudo apt-cdrom add
Kemudian masukkan CD/DVD yang bersangkutan dan tekan Enter.
Untuk menggunakan file .iso sebagai “repo mini”, mount file .iso sebagai CD, gunakan perintah :
$ sudo mount -o loop nama_file.iso /media/cdrom
$ sudo apt-cdrom add
Jadi, kita bisa membuat file .iso secara berkala dan kemudian dicopykan kepada yang memerlukan, seperti service pack berkala. Memang, cara ini tetap membutuhkan koneksi internet, namun setidaknya sudah diminimalisir.
Tags: kubuntu, Linux
Posted in Linux | No Comments »
April 24th, 2009 by zulki
Ketika sedang melakukan back up sebuah database dari datawarehouse di MS SQL Server, saya coba kompresi file MDF database agar muat disimpan pada USB flash disk, berikut ini adalah hasilnya :
- Source = 15GB
- ZIP = 989 MB
- 7z = 599 MB
Perbedaan yang cukup besar bukan ? Namun sepertinya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan kompresi ke format 7z ketimbang ZIP, hanya feeling saja, tidak saya catat dengan stop watch. Untungnya percobaan ini dilakukan pada server Intel Quad Core

Tags: tools, trade off
Posted in Intermezzo | 2 Comments »
April 20th, 2009 by zulki
Lagi-lagi artikel Gnome vs KDE, saya sendiri berpendapat bahwa keputusan memilih KDE atau Gnome adalah preferensi personal. Lantas apa yang menarik dari artikel ini ? Ken Hess menggunakan gaya reportase pertandingan tinju dan parodi untuk melakukan komparasi dan review terhadap Gnome dan KDE. Pada artikel ini, Gnome dan KDE diibaratkan seperti dua petinju yang bertarung seperti di MTV Celebrity Deathmatch.
Alhasil, keunggulan fitur atau kekurangan Gnome dan KDE dituliskan dalam bentuk komentar tinju. Yang menjadi judge dari pertarungan ini adalah Steve Jobless, Gill Bates dan Lintor Usvalds. Bagaimana hasilnya? Siapa yang memenangkan pertarungan tersebut? Anda baca sendiri saja artikelnya
Tags: Gnome, KDE, review
Posted in Intermezzo, Linux | No Comments »
April 20th, 2009 by zulki
Weks, lama nggak posting, maklum sibuk. Buat pemanasan aja, sekalian berbagi kabar, di BBC (Bandung Book Center) Suci sedang ada diskon buku hingga . Sambil menunggu pesanan sate kambing, saya melihat-lihat buku yang didiskon, dalam kurun waktu 10 menit saya memutuskan membeli dua buku :
- The Jack Welch Lexicon of Leadership, 15 ribu rupiah, terjemahan Penerbit Andi
- Saving Big Blue (Lessons of Leadership and Turnaround of IBM’s Lou Gertsner), 15 ribu rupiah, terjemahan Penerbit Andi
Lumayan, beli dua buku tersebut total harganya 30 ribu rupiah saja. Masih lebih murah ketimbang makan burger BigMac
Posted in Keseharian | No Comments »
January 9th, 2009 by zulki
Tags: Kanoute, Palestina
Posted in Tak Berkategori | No Comments »
December 20th, 2008 by zulki
Dalam sebuah proyek, sebagai seorang programmer terkadang Anda juga harus mengerjakan dokumentasi program. Masalahnya, teman-teman programmer biasanya malas menulis dokumen dan membuat diagram UML sebagai dokumentasi visual atas kode yang telah dibuat. Menggambar ulang semua kelas serta menulis ulang semua atribut dan method ? Bagaimana jika kita menambahkan banyak method pada beberapa kelas, bisakah kita mengingatnya ? Bagaimana jika sistem yang dibangun ternyata cukup besar dan kompleks? Sangat melelahkan. Menggunakan tools dan generator adalah ide yang bagus
. Programmer yang cerdas akan mencari tools untuk membantu pekerjaannya (terutama yang membosankan dan berulang-ulang). Berikut ini beberapa tools untuk melakukan reverse engineering dari class PHP ke UML class diagram yang saya temukan dari googling.
- PHP_UML
PHP_UML adalah sebuah PEAR package, dengan demikian kita harus memastikan PEAR tersedia pada sistem kita. Kelas ini akan membuat file XMI dari kode PHP. File XMI tersebut kemudian bisa diimpor ke UML tools, seperti Rational Rose, Poseidon, ArgoUML, BoUML dan lain-lain.
Penggunaan cukup simpel :
$p = new PHP_UML;
$p->parseDirectory(’./src’); // parse direktori src
$p->generateXMI(2.1); // versi XMI 2.1
$p->saveXMI(’nama_file.xmi’); // save xmi
Lebih lengkap lihat ke http://www.baptisteautin.com/projects/PHP_UML/
Ketika mengimpor XMI ke BoUML, saya menggunakan versi XMI 2.1, XMI versi 1 tidak berhasil diimpor ke BoUML. Karena saat ini menggunakan Linux, jadi saya belum mencoba mengimpor XMI hasilnya ke tools UML favorit : Rational Rose.
- PHiMX
Kalau yang ini berupa command line tool, tapi saya belum sempat mencobanya. Lebih lengkap lihat ke http://phimx.sourceforge.net/help.html
- Visual Paradigm
Karena terpengaruh oleh promosi teman, saya menginstall Visual Paradigm SDE edisi Community sebagai plugin pada Eclipse. Sayang sekali, ternyata fasilitas reverse engineering PHP ke UML hanya tersedia pada edisi Enterprise, Profesional dan Standard yang berbayar (mahal
). Jadi saya belum mencoba Visual Paradigm untuk reverse engineering PHP ke UML. Lebih lengkap lihat ke http://www.visual-paradigm.com/
- BoUML
Pengembang BoUML menyediakan executable untuk Windows dan Linux. Bagi saya, antarmukanya cukup intuitif, serta dapat mendeteksi inheritance dengan baik. Jika kelas parent/ancestor tidak tersedia pada direktori yang di-parsing, maka BoUML akan membuatkan diagram untuk kelas tersebut tanpa atribut dan method. BoUML Sudah tersedia pada repository Ubuntu.
Pada proyek terakhir, saya menggunakan BoUML dan cukup puas dengan kinerjanya. Saya berhasil membuat banyak class diagram untuk fase implementasi tanpa harus begadang
. Oleh karena itu, saya lebih merekomendasikan BoUML untuk reverse engineering kelas PHP ke UML class diagram. Kenapa ? karena hasil reverse engineering cukup memuaskan dan relatif lebih mudah untuk digunakan oleh rekan dokumentator (jika ada
).
Tags: BoUML, class diagram, PHP, reverse engineering, UML
Posted in PHP, Software Engineering | 6 Comments »
December 15th, 2008 by zulki
Platform : Kubuntu 8.10, KDE 4.1.3
After updating to KDE 4.1.3 last night, i noticed that pidgin, geany and eclipse always crash after menu selection.
Solution that works for me : https://bugs.launchpad.net/ubuntu/+source/gtk2-engines/+bug/294167/comments/8
Tags: GTK crash, KDE
Posted in Linux, troubleshooting | No Comments »